Showing posts with label Tips dan Tricks. Show all posts
Showing posts with label Tips dan Tricks. Show all posts

Thursday, October 18, 2012

Waktu Terus Berjalan Melaju

Ketika Burung hidup, ia makan semut
Ketika burung mati, ia dimakan semut

Waktu terus berputar sepanjang zaman
Siklus kehidupan terus berlanjut

Jangan pernah merendahkan siapapun dalan hidup
Akan tetap kita harus menunjukkan penghargaan pada orang lain
Bukan karena siapa mereka
Tetapi karena siapakah Diri Kita Sendiri

Kita mungkin berkuasa
Tetapi waktu lebih berkuasa dari pada kita


Diwaktu Kita tidak berdaya
Barlah kita sadar, siapa ....
Siapa saja sahabat Sejati kita

Tetapi diwaktu kita terjatuh
Kita baru sadar selama ini
Siapa saja Kawan....
Siapa sahabat... yang memperalat dan memperdaya kita

Diwaktu kita sedang sakit
Kita baru sadar
Bahwa Sehat itu lebih penting jauh melebihi harta

Diwaktu kita sudah Tua
Kita baru sadar
Masih banyak yang belm diselesaikan

Dan.... setelah diambang ajal
Kita baru sadar
Ternyata.....
Begitu banyak Waktu yang terlewati dengan sia-sia

Hidup tidak lah lama
Sudah saatnya kita hidup bersama-sama
Mewujudkan Hidup Yang Lebih Berharga

Demi waktu yang berlalu dan akan ditapaki
Dengan senantiasa Syukur-Sabar-Ikhlas-Istiqomah
Dengan ikhtiar menggapai ridho cinta-Nya



** Kawan Lama
»»   Masih koma kawan, Baca Selengkapnya...

Monday, May 16, 2011

Jiwa Tangguh (Self Concept)

Jiwa Tangguh - Konsep Diri
Berjiwa
Jiwa Tangguh (Self Concept). Ketika kita mencoba mengenal siapa diri kita secara lebih utuh maka kita harus melihat self concept kita. Diri kita memiliki 3 bagian self ideal : diri kita yang paling sempurna, yang diberikan kelebihan oleh Allah sekaligus kekurangan. Kita bisa berbuat apa saja yang kadang-kadang orang tidak menyangka kita bisa. Kita harus menghapus dan menghancurkan Self limiting dalam diri kita, yaitu kepercayaan yang selalu membatasi diri kita untuk berbuat. Self image yaitu citra diri sebagai akibat realita yang kita lakukan. Banyak orang yang mengalami kegagalan namun dengan kegagalan itu dia tidak mau bangkit lagi karena merasa telah tidak mampu. Self esteem adalah perasaan sejauh mana kita punya kebanggaan diri, sejauh mana kita menyenangi diri kita, apa yang kita punyai. Self esteem ini sangat dipengaruhi oleh self ideal dan self image. Seperti apa orang membangun self esteem? (gambaran orang-orang cacat meraih prestasi). Segalanya adalah mungkin. Tidak ada yang tidak mungkin. Bayangkan Kalau Allah memberikan lebih lengkap dari mereka seharusnya kita lebih baik.

Segala yang anda ketahui tentang diri anda, apapun yang anda percayai, dan semua apa yang telah terjadi pada hidup anda telah terekam dalam mental hard-drive kepribadian diri anda, yaitu di dalam self-concept. Self-concept mendahului dan memprediksi tingkat performa dan efektivitas semua tindakan  dan prilaku. Tingkah laku nyata akan selalu konsisten dengan self-concept yang terdapat di dalam diri .  Oleh karena itu, perbaikan di segala bidang kehidupan harus dimulai dari perbaikan di dalam self concept, sehingga nantinya akan mampu menciptakan dalam konsep diri sehingga terbangunnya jiwa tangguh. Barang siapa yang berada dimedan magnet positif maka dia akan positif, sebaliknya barangsiapa berada di tengah-tengah medan negative maka dia akan negative. Kalau kita bergaul dengan penjual minyak wangi maka kita akan menjadi wangi, kalau kita bergaul dengan tukang pandai besi maka kita akan terkena apinya.

Satu-satunya yang membatasi kita adalah pasrah karena ketidakmampuan kita. Berfikirlah bahwa segalanya mungkin, mungkin, dan mungkin. Membangun Jiwa Tangguh itu adalah “NYALIKU”. Orang yang punya nyali biasanya dari segi intelektual tidak terlalu pinter, dan orang yang tidak bernyali biasanya terlalu pinter sehingga banyak pertimbangan yang akhirnya menggagalkan.

NyAliKu
N”iat dan impian yang kuat
Y”akin dan percaya diri, harus memberangus negative thingking
A”kal yang kreatif dan inovatif
L”uaskan jaringan shilaturrohim
I”nvestasi yang cukup karena modal yang paling utama adalah keberanian dan akal
Ku”asai ikhwal bisnis dengan baik

Tingkatkan keyakinan anda dengan: apa-apa yang ada dalam cita akan tercipta, Yakin Usaha Sampai. Sadari kita punya potensi luar biasa yang dikaruniakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Semua perlu proses. Apapun yang kita lakukan pertama kali pasti mengalami kesulitan, ingatlah ketika kita masih kecil dulu belajar berjalan. Kita belajar berjalan sering kita terjatuh, putus asakah kita ? ketika kita masih kecil tidak ada konsep putus asa…dan malu, sehingga kita terus mencoba dan mencoba.. tapi kenapa kita besar menjadi mudah putus asa dan malu..? mengapa kita ragu dan malu dalam kehidupan sehari-hari kita, mengapa kita putus asa dalam beroganisasi. Self Concept dalam membentuk Jiwa Tangguh dalam ranah Etis dan organisatoris bisa dibangun dari dalam jiwa dan diri orang itu sendiri.

»»   Masih koma kawan, Baca Selengkapnya...

EXCHANGE LINK

Tukeran Link (Exchange Link) memang memberikan banyak manfaat, namun yang  lebih utama dari salah satu manfaatnya adalah guna menjalin persahabatan agar saling kenal serta mempererat tali persaudaraan (ukhuwah). Kami sangat gembira untuk banyak situs-situs  anda yang menyambung ke Insan Cita HMI Kom LAH. Disinilah kawan akan mendapatkan caranya untuk menyambung ke blog Insan Cita LAH. Bagi kawan-kawan yang ingin  melakukan Tukeran Link di Blog Insan Cita LAH yang sederhana ini, silahkan tuliskan INSAN CITA LAH pada Blog kawan dan selanjutnya silahkan kawan tinggalkan jejak kawan di kolom komentar setelah memasukkan URL Blog/Site dan juga Nama Anchor Blog-Situs anda di kolom bawah ini, maka nanti secara otomatis link kawan akan terpasang di list Narablog/Blogroll INSAN CITA LAH. Kiranya sangatlah Kurang arif-bijak jika kawan setelah memasukkan/add link di blog Insan Cita Lah, kawan tidak melakukan/memasang Link yang mengarah ke Blog kami Insan Cita Lah di blog anda.

Kami nantinya setelah membaca komentar dan memantau dan mengechek langung ke blog kawan, bahwa Link INSAN CITA LAH telah terpasang jua di blog-situs kawan, maka kami Insan Cita Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Luqman Al-Hakim akan segera menuliskan Link blog-situs kawan di sidebar bagian kanan dalam blog Insan Cita Kom LAH ini. Tambahan Informasi, bahwa Blog Insan Cita ini sudah Dofollow, jadi silahkan kawan-kawan semua meninggalkan jejak komentar anda di blog sederhana kami ini.

Silahkan pilih semua kode dibawah ini, lalu buat duplikat dan tempatkan (copy and paste) kode HTML ini di widget html / sidebar blog-situs anda dan atau anda bisa memberikan penjelasan cara anda sendiri.

Bagi kawan-kawan yang bersedia Bertukar Link, kami ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya dan salam ukhuwah. Bersyukur dan Ikhlas, Yakin Usaha Sampai.

Silahkan Copi-Paste Kode di bawah ini :
<b><a href="http://hmikomlah.blogspot.com/">INSAN CITA LAH</a></b>

 --- YAKUSA ---

»»   Masih koma kawan, Baca Selengkapnya...

Saturday, May 14, 2011

Aktualisasi Kepemimpinan dalam Problem Solving di Organisasi

The ultimate goal of problem-solving is to overcome obstacles and
find a solution that best resolves the issue

Sekilas Problem Solving
Kemarin sore dari bidang kesekretariatan HMI Cabang Sukoharjo Komisariat Luqman Al-Hakim telah mengadakan kajian dan diskusi tentang Aktualisasi Kepemimpinan dalam Problem Solving di Organisasi. Yuk mari kita simak bersama apa-apa saja aktualisasi dari kepemimpinan dalam problem solving. Problem solving merupakan suatu proses mental dan intelektual/kognitif dalam menemukan masalah dan memecahkan berdasarkan data dan informasi yang akurat nan akuntabilitas, sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat. Tujuan utama dari pemecahan masalah adalah untuk mengatasi hambatan dan menemukan solusi yang terbaik menyelesaikan masalah. Problem solving dapat dilakukan dengan melalui suatu pendekatan dengan cara problem identifikasi untuk ketahap syntesis kemudian dianalisis yaitu pemilahan seluruh masalah sehingga mencapai tahap aplikasi selajutnya komprehension untuk mendapatkan solusi dalam penyelesaian masalah. oreantasi dari problem solving adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya pemecahan akar masalah. Apabila solusi jalan keluar yang diharapkan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan, berarti telah terjadi kurang pengoptimalan di dalam tahap-tahap awal sehingga setiap enginer (pekerja/aparatur/leader) harus mulai kembali berfikir dari awal yang bermasalah untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai masalah yang sedang dihadapi oleh mesin (Organisasi).

Berpikir memecahkan masalah dan menghasilkan sesuatu yang baru adalah kegiatan yang kompleks dan berhubungan erat satu dengan yang lain. Suatu masalah umumnya tidak dapat dipecahkan tanpa diawali perenungan yang mendalam dalam mewujudkan solusi pemecahan masalah dengan jalan baru. Selain itu untuk menghasilkan sesuatu (ide, paradigma, gagasan) baru yang kerangka solusi dan selanjutnya dikuatkan dalam sebuah keputusan/kebijakan. Akan tetapi sebelum itu dilakuakan ada hal yang perlu dilengkapi lebih dahulu yakni penguasaan informasi dan fakta, karena dengan penguasaan informasi dan data/fakta maka nantinya akan mempermudah dalam penggagasan dan aplikasi dari sebuah solusi produktif. Solusi produktif dapat dilahirkan dari dua aspek yang saling melengkapi yakni aspek kesadaran nalar (aqliyah) dan naluri (batiniyah); keduanya itu harus saling berdampingan proses produksi sebuah konsep. Dimana nalar mewujudkan sebuah perkembangan ide/intelektualnya, sedangkan naluri akan mewujudkan sebuah nilai dan perkembangan aplikatif dari hasil kontemplasinya. Sehingaa dua hal tersebut menjadi instrument dasar dalam sebuah pemecahan masalah.

Struktur Masalah
Kalau dilihat dari sisi strukturnya, masalah terdiri dari masalah terstruktur, tidak terstruktur dan semi-terstruktur.
  • Masalah terstruktur terdiri dari elemen-elemen dan hubungan-hubungan antarelemen yang semuanya dipahami oleh pemecah
  • Masalah tak terstruktur berisikan elemen-elemen atau hubungan-hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah. Sebenarnya dalam suatu organisasi sangat sedikit permasalahan yang sepenuhnya terstruktur atau sepenuhnya tidak terstruktur. Sebagaian besar masalah adalah masalah semi-terstruktur, yaitu manajer memiliki pemahaman yang kurang sempurna mengenai elemen-elemen dan hubungannya.
  • Masalah semi-terstruktur adalah masalah yang berisi sebagian elemen-elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah.
Langkah dalam Problem Solving
Adapun tiga langkah problem solving adalah :
a.        Mengidentifikasi masalah secara tepat
Secara konseptual suatu Masalah (M) didefinisikan sebagai kesenjangan atau gap antara Target Kinerja (T) yang diharapkan Kinerja Actual (A), sehingga secara simbolik dapat dituliskan bersamaan dengan sebuah rumusan  A-T=M. Berdasarkan konsep seorang problem solver yang professional harus terlebih dahulu mampu mengetahui berapa atau pada tingkat mana kinerja actual saat ini, dan berapa atau tingkat mana kinerja serta harus mampu mendefinisikan secara tegas apa masalah utama kita kemudian menetapkan pada tingkat mana kinerja actual kita sekarang dan kapan waktu pencapain target kinerja itu.
b.        Menentukan sumber dan akar penybab dari masalah
Suatu solusi masalah yang efektif, apabila kita berhasil menemukan sumber-sumber dan akar-akar dari masalah itu, kemudian mengambil tindakan untuk menghilangkan masalah-masalah tersebut.
c.        Solusi masalah secara efektif dan efisien.
Adapun langkah-langkah  Solusi  masalah yang efektif dan efisien yaitu:
  1. Mendefinisikan secara tertulis
  1. Membangun diagram sebab akibat yang dimodifikasi untuk mendefinisikan :
a)      Akar penyebab dari masalah itu
b)      Penyebab-penyebab yang tidak dapat dikendalikan, namun dapat diperkirakan
  1. Setiap akar penyebab dari masalah dimasuskkan ke dalam diagram sebab akibat . sedangkan penyebab yang tidak dapat diperkirakan, didaftarkan pada sebab akibat itu secara tersendiri
  2. Mendefiisikan tindakan atau solusi yang efektif melalui memperhatikan dan mempertimbangkan :
a)      Pencegahan terulang atau muncul kembali penyebab-penyebab itu
b)      Tindakan yang diambil harus ada di bawah pengendalian kita
c)      Memenuhi tujuan dan target kinerja yang ditetapkan.
  1. Menerapkan atau melakukan implementasi atau tindakan-tindakan yang diajukan
Adapun langkah-langkah lain, dimana berpikir itu merupakan dasar untuk problem solving (Dewey) adalah sebagai berikut:
  1. Adanya kesulitan yang dirasakan atau kesadaran akan adanya masalah.
  2. Masalah itu diperjelas dan dibatasi.
  3. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan atau diklasifikasikan.
  4. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesa-hipotesa kemudian hipotesa-hipotesa dinilai, diuji agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak.
  5. Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sebagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai kepada kesimpulan.
Selain di atas ada beberapa langkah dalam problem solving yaitu: kesadaran akan adanya masalah, merumuskan masalah, mencari data dan merumuskan hipotesa-hipotesa itu dan kemudian menerima hipotesa yang benar. Tetapi problem solving itu tidak selalu mengikuti urutan yang teratur, melainkan dapat meloncat-meloncat antara macam-macam langkah tersebut, lebih-lebih apabila orang berusaha memecahkan masalah yang kompleks. Secara sederhananya dapat dikategorikan menjadi beberapa hal yang harus dilakukan dalam pemecahan masalah yang sifatnya tidak begitu komplek:
  1. Mengidentifikasi Masalah: Meskipun mungkin tampak seperti suatu langkah yang jelas, identifikasi masalah tidak selalu sesederhana kedengarannya. Dalam beberapa kasus, orang keliru mungkin mengidentifikasi sumber yang salah dari suatu masalah, yang akan membuat mencoba untuk menyelesaikannya tidak efisien atau bahkan sia-sia.
  2. Mendefinisikan Masalah: Setelah masalah telah diidentifikasi, penting untuk sepenuhnya mendefinisikan masalah sehingga dapat diselesaikan.
  3. Membentuk suatu Strategi: Langkah berikutnya adalah mengembangkan strategi untuk memecahkan masalah. Pendekatan yang digunakan akan bervariasi tergantung pada situasi dan preferensi individu yang unik.
  4. Mengorganisir Informasi: Sebelum datang dengan solusi, kita perlu terlebih dahulu mengatur informasi yang tersedia. Semakin banyak informasi yang tersedia, yang lebih siap kita akan datang dengan solusi yang akurat.
  5. Mengalokasikan Sumber: Tentu saja, kita tidak selalu punya uang terbatas, waktu dan sumber daya lain untuk memecahkan masalah. Sebelum Anda mulai untuk memecahkan masalah, Anda perlu menentukan seberapa tinggi prioritas itu. Jika merupakan masalah penting, mungkin layak mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk memecahkannya. Namun, jika itu adalah masalah yang cukup penting, maka Anda tidak ingin menghabiskan terlalu banyak sumber daya yang tersedia Anda ke datang dengan solusi.
  6. Membuat Keputusan: Keputusan memiliki peranan penting dalam mengambil beberapa ops yang adai, dan berpikir tentang bagaimana berfikir dan bersikap realistis atas kelemahan dan kelebihan potensi masing-masing opsi. Sebelum memustuskan sebuah kebijakan final tentunya harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa setiap pilihan dalam hal Anda untuk dapat mencapai tujuan dari solusi yang dinginkan.
  1. Pemantauan Kemajuan: Efektif pemecah masalah cenderung untuk memantau kemajuan mereka saat mereka bekerja menuju solusi. Jika mereka tidak membuat kemajuan baik menuju mencapai tujuan mereka, mereka akan mengevaluasi kembali pendekatan mereka atau mencari strategi baru. 
  2. Mengevaluasi Hasil: Setelah solusi telah tercapai, penting untuk mengevaluasi hasil untuk menentukan apakah itu adalah solusi terbaik untuk masalah. Evaluasi ini mungkin langsung, seperti memeriksa hasil soal matematika untuk memastikan jawabannya adalah benar, atau bisa ditunda, seperti mengevaluasi keberhasilan program terapi setelah beberapa bulan pengobatan.
Sebuah metode problem solving lebih baiknya dioreintasikan pada penemuan dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. Sehingaa muncul dan lahirlah sebuah pola pikir secara ilmiah, praktis, intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif produktif, menumbuhkan sikap objektif, jujur dan terbuka.
»»   Masih koma kawan, Baca Selengkapnya...

Tuesday, June 29, 2010

KEKALAHAN BUKANLAH KENAIFAN

Kekalahan bukanlah kenaifan. Setiap orang pasti pernah mengalami kekalahan dalam hidupnya. Entah kalah dalam suatu kompetisi, kalah dalam bersaing, atau bahkan kalah dalam meraih cita-cita pribadi. Keadaan kalah bagaikan suatu posisi terendah dan terasa pahit.

Mungkin KITA pernah mengalami keadaan kalah. dimana dunia seakan membelakangi dan meninggalkan jauh. Berhari-hari mungkin malas untuk keluar rumah, malu bertemu dengan teman-teman, bahkan malas untuk mengerjakan sesuatu. Mengapa hal itu musti dilakukan. Apa karena hanya menuruti hati yang lagi marah marah dan protes pada keadaan. Merasa dunia tidak adil pada KITA.

Tapi adakah KITA sadari keadaan yang sebenarnya yang terus menghukumi keadaan. Sementara keadaan yang KITA protes itu ternyata tak menggubris rajukan KITA. Matahari tetap muncul dan tenggelam seperti biasa. Hanya karena KITA sedang sedih dan merana, matahari toh tidak otomatis mengucapkan belasungkawa, lalu dengan perhatiannya ia mau sejenak terbit terbalik muncul dari barat dan tenggelam di timur. Ketika ini benar-benar terjadi mungkin KITA merasa gembira dan seakan ditemani.

Pendek kata; singkat kata singkat cerita , sebetulnya tidak ada yang peduli dengan urusan KITA, termasuk masalah kekalahan, kemarahan, kejengkelan, kedengkian KITA, kecuali diri KITA sendiri. KITA terlalu serius pada urusan diri sendiri sementara orang lain juga pasti terlalu sibuk dengan urusan mereka. Begitulah memang manusia, ia hanya fokus pada masalah yang dihadapinya saja, kadang melupakan apa yang ada di sekelilingnya. Maka jika KITA menyangka bahwa orang lain sibuk mengurus urusan KITA termasuk kekalahan KITA, itu adalah sebuah kekeliruan. Tetapi keliru dalam berprasangka itulah yang diteruskan hingga hari ini.

Ibarat sang calon pemimpin yang hendak menjadi pemimpin dalam tambuk suatu kepemimpinan. Singkat kata singkat cerita, jika seorang Calon Pemimpin (CAPEM) suatu partai/golongan gagal meraih suara kemenangan, sementara segala tenaga dan materi telah dikerahkan, kekalahan yang terjadi memang pahit, langit memang terasa runtuh. Tetapi, perlu ditinjau kembali, sebenarnya langit siapakah dan apa yang runtuh. Langit yang runtuh itu hanyalah langit si kalah tadi. Tentunya langit yang asli masih baik-baik saja. Si CAPEM ini merasa orang di seluruh dunia tengah menyorakinya dan mengejek kegagalannya. Padahal tidak, jangankan untuk menyoraki, tahu nama CAPEM tersebut saja warga dunia ini tak punya waktu. Tapi karena dalam pikiran si kalah tadi ia menyangka semua orang tengah gembira melihat si kalah itu kecewa dan malu, maka tergeraklah pikiran negatif orang yang merasa kalah tersebut untuk menyalahkan keadaan. Ia kemudian menyalahkan pemilih (yang bermasalah), menyalahkan pihak-pihak yang dianggapnya bekerja tidak becus, bahkan tim pemengannya pun juga kena damprat amukan emosinya.

Padahal sesungguhnya yang sebenarnya menyoraki kekalahan itu tidak ada. Kalau pun ada jumlahnya paling sedikit saja. Penyorak terbesar pasti diri KITA sendiri. Yang membuat diri ini menjadi sangat DOWN adalah diri KITA sendiri. Yang mengejek diri ini tidak berharga hanya dengan kekalahan kecil ini adalah diri KITA sendiri. Untuk itu, kenapa KITA butuh menyalahkan dunia seisinya untuk sakit hati atas kekalahan ini.

Pernahkah terlintas dalam benak KITA yang pernah merasa kalah bahwa kekalahan ini bukan bersumber dari orang lain. Ketika mengalami kekalahan kebanyakan orang tidak mau mengakui kemenangan lawan, untuk menghargai keputusan “dewan juri”, apalagi mengoreksi diri sendiri. Ketika dalam posisi kalah itu yang muncul adalah tudingan yang seluruhnya mengarah ke pihak lain. Si pemenang pasti cuma beruntung, system mekanismenya yang semrawut dan tidak becus, atau keadaan yang tidak adil.

Pernahkah terpikirkan oleh diri pribadi yang yang dijadikan Calon Pemimpin belum mampu memiliki kepribadian yang baik dan pantas dipilih dan apakah stratak yang dilakukan oleh Tim Pemenangannya belum matang. Bangkitlah! Kekalahan hanya sebagian kecil dari jutaan masalah di dunia ini. Jika KITA melihat ke bawah, banyak sekali orang yang memiliki kesusahan dalam hidup, bukan hanya masalah kecil kekalahan. Kekalahan bukanlah sebuah kenaifan. Syukuri apa yang Ada, bangkitlah dari kegagalan, dan jadikan hidup bahagia tanpa keterpurukan dan keterputuasaan. Songsong hari Esok untuk lebih Baik dan cerah. Yakin Usaha KITA Sampai. YAKUSA
 
»»   Masih koma kawan, Baca Selengkapnya...

Tuesday, April 14, 2009

FENOMENA KEUNIKAN ANAK

Pada waktu dilahirkan, maka anak laki-laki pada umumnya lebih panjang dan lebih berat daripada anak perempuan. Selama tahun pertama panjang badan bertambah 1/3 bagian dan berat badan menjadi tiga kali berat semula. Proporsi badan berubah dengan cepat terutama pada bagian kedua tahun pertama. Kaki tumbuh dengan sangat cepat mulai 8 minggu, lebih cepat disbanding dengan pertumbuhan kepala. Kepala tumbuh relatif lebih lambat disbanding dengan pertumbuhan badan sebagai keseluruhan. Meskipun begitu, besar tengkorak serta bentuk tengkorak berubah dengan jelas. Perbandingannya adalah : pada waktu dilahirkan maka besar kepala adalah seperempat besar seluruh badan.
Pada waktu dilahirkan hanya sedikit anak yang sudah tumbuh giginya. Pada umumnya gigi pertama tumbuh pada usia ± 7 bulan, dan pada usia 12 bulan biasanya sudah tumbuh 6 gigi. Pengerasan tulang-tulang mulai dalam periode pra-natal dan berlangsung terus sampai masa remaja. Tulang anak yang masih muda lebih lentur, lebih reaktif, dan lebih mudah bengkok daripada tulang orang dewasa. Tetapi justru karena kelenturan ini tulang anak tidak mudah patah.

Pada tahun keempat anggota-anggota badan tumbuh dengan kecepatan yang berbeda-beda. Umur kerangka (skelet) dapat dilihat dari pergeseran tulang pada tangan anak. Seorang anak dapat mempunyai umur kerangka 4 tahun sedangkan umur kronologisnya adalah 6 tahun.Proporsi badan dan jaringan urat daging dapat dikatakan tetap sampai kurang lebih tahun kelima. Sekitar tahun kelima mulailah apa yang disebut “Gestaltwandel”. Hal ini berarti bahwa anak yang sampai sekarang mempunyai kepala yang relatif besar dan anggota badan yang pendek akan mulai mempunyai proporsi badan yang seimbang. Anggota-anggota badannya menjadi lebih panjang, perutnya mengecil dan kepalanya disbanding dengan bagian-bagian badan yang lain mendapatkan proporsi yang normal. Semula jaringan-jaringan tulang dan urat daging lebih berkembang, menjadi lebih berat. Jaringan lemak bertambah lebih lambat. Selama tahun kelima nampak perkembangan jaringan urat daging secara cepat.

Sampai dengan Gestaltwandel pertama, sekitar 6 tahun terlihat bahwa pada badan anak bagian atas lebih lamban berkembangnya daripada badan bagian bawah. Anggota-anggota badan masih relatif pendek, kepala relatif besar, perutnya masih besar, dan ada gigi susu. Sesudah Gestalwander pertama bila anak sudah mencapai bentuk anak sekolah maka ia akan lebih menyerupai bentuk orang dewasa daripada misalnya anak umur 2 tahun. Bertambahnya berat badan sebagian besar nmerupakan akibat bertambahnya jaringan urat daging. Dalam keseluruhannya maka keadaan jasmani anak menjadi lebih stabil dan lebih kuat, disinilah letak dari fenomena keunikan anak.
»»   Masih koma kawan, Baca Selengkapnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...